HIRA
(Hazard Identification Risk Assessment)
(Hazard Identification Risk Assessment)
ZONA
SELAMAT SEKOLAH
Di
SMP N 1 SLAWI DAN MTS 1 SLAWI
LATAR BELAKANG
PELAJAR
adalah kelompok rentan pengguna jalan. Mereka belum dapat merespon bahaya
secara cepat dan tepat. Hal ini dikarenakan kecerdasannya belum sepenuhnya
berkembang. Karenanya mereka adalah kelompok yang harus dimengerti dan dibantu.
Sayangnya pengguna jalan lain tidak responsif terhadap keadaan ini. Ada
kecenderungan pengemudi kendaraan bermotor tidak mau memberi hak jalan (to
yield) kepada pejalan kaki yang jelas-jelas dalam situasi mempunyai hak
jalan dan pengemudi mempunyai cukup waktu untuk berhenti.
PELAJAR
berinteraksi dengan angkutan umum dan menjadi pengemudi pemula. Pengaruh
lingkungan seperti kelompok teman bermain (peer group) sangat
mendominasi. Maka sudah selayaknya mereka sejak dini dibekali pengetahuan dan
nilai-nilai kebenaran yang kelak akan berpengaruh dalam perilakunya. Zona
Selamat Sekolah (ZoSS) ini diterapkan sebagai upaya dalam mencegah dan menanggulangi
kecelakaan lalu lintas di sekitar sekolah melalui pendekatan HIRA.
RUANG LINGKUP
1. Lokasi
Lokasi
pemasangan Zona Selamat Sekolah diprioritaskan di depan sekolah SD/TK/SMP/SMA.
2. Jenis
Perlengkapan Jalan Yang Di Pasang
Jenis perlengkapan
jalan yang dipasang pada Zona
Selamat Sekolah (ZoSS) adalah :
a.
Marka jalan
› Zona Selamat
Sekolah adalah marka berupa kata-kata sebagai pelengkap rambu batas kecepatan Zona Selamat
Sekolah.
› Tengok
kanan-kiri, adalah marka berupa kata-kata pada tepi zebra cross.
Marka ini dimaksudkan agar penyeberang khususnya penyeberang anak-anak memperhatikan arah datangnya
kendaraan
sebelum menyeberang.
› Tanda permukaan jalan larangan parkir (marka zig zag warna
kuning) yang dipasang sepanjang ZoSS.
DESAIN JALAN
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka
waktu pelaksanaan pembuatan Zona
Selamat Sekolah (ZoSS) adalah 60 hari semenjak surat perintah mulai kerja
(SPMK) ditetapkan.
PEMBIAYAAN
Pembiayaan
pelaksanaan kegiatan pembangunan Zona Selamat Sekolah adalah dari APBN
Departemen Perhubungan, APBD Pemerintah Provinsi atau APBD Pemerintah
Kota/Kabupaten.
HIRA
Hazard Identification Risk Assessment
Hazard Identification Risk Assessment
3 POKOK BAHASAN HIRA
1.
Spot bahaya
Bahaya adalah sesuatu
yang bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain
2.
Kaji risikonya
Menilai risiko berarti menentukan seberapa besar kemungkinan bahaya membahayakan seseorang dan seberapa serius kerugiannya.Kapan pun kita berada dalam bahaya, hitung risikonya dengan mengajukan dua pertanyaan kepada diri sendiri:
a. Seberapa besar kemungkinan bahaya itu bisa membahayakan saya atau orang lain?
b. Bagaimana mungkin aku atau orang lain dilukai?
Menilai risiko berarti menentukan seberapa besar kemungkinan bahaya membahayakan seseorang dan seberapa serius kerugiannya.Kapan pun kita berada dalam bahaya, hitung risikonya dengan mengajukan dua pertanyaan kepada diri sendiri:
a. Seberapa besar kemungkinan bahaya itu bisa membahayakan saya atau orang lain?
b. Bagaimana mungkin aku atau orang lain dilukai?
3.Perubahan
Cara terbaik untuk memperbaiki bahaya adalah menyingkirkannya sama sekali. Ini tidak selalu mungkin dilakukan, tetapi kita dpat berusaha membuat bahaya menjadi tidak berbahaya.
Cara terbaik untuk memperbaiki bahaya adalah menyingkirkannya sama sekali. Ini tidak selalu mungkin dilakukan, tetapi kita dpat berusaha membuat bahaya menjadi tidak berbahaya.
Contoh
: penghapusan,pergantian,isolasi,safeguards,menginstruksikan
prosedur,menggunakan peralatan pelindung diri dan pakaian (APD)
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RESIKO
(HIRA)
Tujuan
penerapan zoss adalah untuk memberi hak jalan bagi pejalan kaki.
A. Untuk mencegah peluang terjadinya
kecelakaan lalulintas karena anak anak sekolah masih rentan dalam menyebrang.
B. Untuk
memperaman area
disekitar sekolah agar pengendara dapat mengantisipasi dan memperlambat
kendaraannya di lingkungan sekitar sekolah .
ZoSS
DI SMP N 1 SLAWI DAN MTS 1 SLAWI
HAZARD IDENTIFICATION
~ MARKA MEMUDAR
~ PITA PENGGADUH MULAI TERKIKIS
~ LARANGAN PARKIR DISISI JALAN TIDAK
TERLAKSANA
~ TIDAK ADA MARKA BERTULISKAN TENGOK
KANAN-KIRI
~
TROTOAR YANG TIDAK OPTIMAL
KARENA BEBERAPA SISI RUSAK DAN MENJADI TEMPAT PARKIR
LIAR ,SERTA TIDAK ADA UBIN KHUSUS
PADA TROTOAR UNTUK PENDERITA DIFABEL
~ PENYALAHGUNAAN BAHU JALAN
~ PENGENDARA MENGABAIKAN RAMBU
PERLUNYA PENGAJUAN
PEMBARUAN FASILITAS PELENGKAP DAN PERLENGKAPAN JALAN GUNA KESELAMATAN PARA
PELAJAR DAN PEDESTRIAN TERHADAP BAHAYA RESIKO KECELAKAAN LALU LINTAS YANG
MUNGKIN TERJADI DI DAERAH SMP N 1 SLAWI DAN MTS N 1 SLAWI KEPADA DINAS TERKAIT.
Komentar
Posting Komentar